Selasa, 27 Juli 2010

SENDOK KEBAHAGIAAN

Di tangan Paulo Coelho, penulis dan pemikir kelahiran Rio de Janeiro, sendok makan pun bisa digunakan untuk memberi pencerahan. Dalam tulisannya yang berjudul “All the Marvels of The World”, dikisahkan pengemberaan seorang pemuda dalam mencari arti kebahagaiaan. Dalam pencariannya ia menemui seorang petapa di sebuah puri kuno di puncak bukit. Bertanyalah ia kepada sang petapa, apa arti kebahagiaan.
Sebelum menjawab pertanyaan, sang petapa lalu memberinya sebuah sendok makan beriri beberapa tetes minyak. “Bawalah ini sambil berjalan-jalan. Awas, jangan sampai minyaknya tumpah”. Si pemuda menuruti perintah. Ia keluar masuk kompleks puri abad pertengahan yang indah tersebut. Namun lantaran konsentrasinya terpaku pada sendok berisi minyak tersebut, ia tidak menikmati apa yang dilihat. Beberapa jam kemudian sang petapa bertanya, “Apakah kamu sudah masuk ruang perpustakaanku? Disana mestinya kau lihat sebuah relief dinding berisi cerita menarik. Kau menyukainya?”

Pemuda tersebut mengakui ia tak sempat melihat benda yang dimaksud. ”Kalau begitu kau harus melihatnya lagi, Cobahalah nikmati pemandangan indah di puri ini”. Kali ini si pemuda betul-betul menikmati semua hal yang dilihatnya. Beberapa jam kemudian ia melaporkan beberapa hal menarik pada sang petapa. ”Baiklah, tapi apa yang terjadi pada sendok itu? Mengapa kosong? Kau tumpahkan minyaknya ya?”. Sang pemuda kaget, tak bisa menyembunyikan rasa malunya.

Dengan bijak sang petapa lalu mengelus-elus pundak si pemuda seaya berkata, ”Kamu masih mau mengetahui rahasia arti kebahagiaan?”
”Ya, tentu saja.”
”Sesungguhnya kau telah menjawab sendiri.” ujar sang petapa. ”Kebahagaiaan adalah kemampuan untuk menikmati dan menghargai segala keindahan yang kau temui di dunia, tanpa melupakan sesuatu yang paling dekat denganmu.” 

Sumber : INTISARI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar