Selasa, 27 Juli 2010

KANTONG MAAF KENTANG

Peribahasa Inggris kuno mengatakan, dalam setiap maaf itu selalu terdapat cinta. Ada dua pengertian penting dalam kalimat di atas, yakni maaf dan cinta. Dua kata yang bisa dengan gampang diucapkan dan dijalankan. Tapi bisa juga sedemikian sulit terlontar dan enggan dilakukan. Buktinya banyak perkawinan yang dirajut dari kata cinta jadi berantakan lantaran masing-masing tak lagi memiliki kata maaf. Tak sedikit persahabatan berubah menjadi permusuhan karena kedua pihak gagal memakai dua kata tersebut.

Seorang Motivator asal Amerika Serikat yang terkenal pada tahun 1960-an Rebecca Beard, dalam bukunya Everyman’s search bilang, ketika kita mengatakan mampu mencintai orang lain seperti mencintai diri sendiri, semestinya kita juga harus berani meminta maaf atas perbuatan yang tidak kita kehendaki dan perkataan yang seharusnya tidak diucapkan pada orang lain.
Penjelasan pernyataan diatas bisa diberi ilustrasi sebagai berikut. Seorang guru meminta murid-muridnya membawa sebuah kantong plastik dan karung berisi kentang ke sekolah. Masing-masing murid disuruh mengingat nama orang-orang yang tidak bisa dimaafkan, lantaran pernah menyakiti hati dan berbuat salah dalam hidup mereka. Setiap nama dituliskan pada sebutir kentang. Lalu kentang tersebut dimasukkan dalam kantongan plastik. Ada yang kantongnya penuh, ada yang setengah, dan ada pula yang hanya berisi sedikit kentang. Mulai hari itu mereka diwajibkan selalu membawa kantong kentang tersebut kemanapun pergi. Kalau ke sekolah kantong itu ditaruh di meja, ketika pulang diletakkan di dalam mobil, di kala tidur ditaruh disisi tempat tidur. Tugas “aneh” itu mereka jalani selama sepuluh hari.

Keletihan fisik membawa kantong kentang selama itu secara harafiah harus kita bayar karena mempertahankan rasa marah, dendam, dan sikap negatif pada sesama. Terlalu sering kita enggan memberi maaf kepada orang lain. Ngapain harus memaafkan? Kesenangan mereka dong! Hati kecil kita tak rela, memberi hadiah maaf pada orang lain. Padahal memberi atau meminta maaf itu sesungguhnya juga merupakan hadiah bagi kita sendiri. Lanataran setelah itu kita akan terbebas dari rasa letih atau bahkan sakit akibat menenteng-nenteng ”kantong kentang”. Mulai hari ini mari keluarkan kentang maaf dari kantong kita.

Sumber : INTISARI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar